Infrastructure

[ENGLISH] Dalam pengelompokannya, prasarana fisik yang sengaja dibangun untuk meningkatkan sektor ekonomi ini dibagi menjadi 4 sektor utama. Diantaranya Transportasi, bangunan, saluran limbah dan infrastruktur saluran air bersih.

Keempat sektor tersebut merupakan kebutuhan yang sering dibutuhkan dalam aktivitas setiap hari. Dan berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat di bidang perekonomian sebuah negara, atau wilayah tertentu.

Sektor Transportasi. Merupakan media atau sebuah cara yang berhubungan dengan aktivitas konstruksi dengan tujuan menciptakan sebuah sistem perpindahan secara efektif. Hal tersebut dilakukan untuk sebuah barang atau seseorang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Mekanisme ini dilakukan dengan beragam bentuk, dan berkaitan dengan fasilitas transportasi, baik darat, udara dan air. Seperti jalan, rel kereta api, lapangan terbang, jalur air dan lain sebagainya.

Masing-masing Produk infrastruktur memiliki percabangan struktur konstruksi masing-masing. Hal ini terkait kebutuhan fasilitas yang biasa digunakan, misalnya transportasi udara, membutuhkan konstruksi bandara, lapangan terbang, tower pemantau dan sebagainya.

Sementara moda transportasi air, membutuhkan pelabuhan, tempat bongkar muat barang, bengkel kapal dan lain sebagainya. Semua pendukung sengaja dibangun untuk mempermudah proses perpindahan orang atau barang yang dipisahkan oleh laut atau selat.

Sementara infrastruktur darat diantaranya halte, lampu penerangan jalan, traffic light, rambu lalu lintas, jalan raya dan sebagainya. Tak hanya itu, kebutuhan transportasi darat juga meliputi pembangunan stasiun dan jalur rel kereta api.

Meski memiliki kebutuhan berbeda masing-masing, demi mempermudah lalu lintas barang dan manusia, keberadaan antar infrastruktur transportasi sering dibangun berdekatan. Sehingga proses perpindahan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Infrastruktur Saluran Air Bersih. Sumber air bersih, merupakan kebutuhan fundamental yang wajib terpenuhi setiap hari. Dan di era modern seperti sekarang, proses mendapatkannya bisa dilakukan dengan sistem sarana dan prasarana yang baik.

Seperti makhluk hidup lain, manusia memerlukan air untuk berbagai alasan. Untuk dikonsumsi, aktivitas sanitasi, dan lain sebagainya. Kebutuhan tersebut sering dilakukan setiap waktu dalam satu hari, dan dibutuhkan sumber air bersih yang tepat dalam hal ini.

Bisa dibayangkan, tanpa sumber air yang dapat terpenuhi setiap waktu, suatu daerah akan mengalami masalah krisis air. Selain kebutuhan air untuk konsumsi yang tidak ada, keterbatasan air akan membuat aktivitas sanitasi menjadi terhambat.

Bukan perkara sederhana, aktivitas sanitasi yang buruk pada masyarakat akan menimbulkan permasalahan. Terutama di daerah tropis seperti Indonesia, beberapa penyakit akibat kurangnya masalah higienitas kerap muncul pada daerah yang mengalami krisis air.

Infrastruktur saluran air bersih diadakan dengan mengalirkan sumber air di satu tempat menuju lokasi air biasa dimanfaatkan. Dalam hal ini menuju rumah, bangunan atau gedung, dan fasilitas umum lain melalui program pipanisasi.

Bukan hal baru, proses ini sudah dilakukan sejak lama, atau sejak saluran air pertama kali ditemukan sekitar ribuan tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, aktivitas ini berkembang tak lagi hanya mengantar air bersih, tapi juga mengolah air, sehingga layak untuk digunakan.

Ini dilakukan, terutama bagi daerah yang memiliki kualitas sumber air buruk, akibat sungai yang tercemar dan sebagainya. Proses pengolahan ini biasa dilakukan oleh beberapa lembaga, salah satunya Perusahaan Daerah Air Minum, di bawah naungan pemerintah.

Fasilitas pembuangan Limbah. Proses pembuangan limbah, bisa jadi hal yang tak bisa terpisah dari aktivitas manusia setiap hari. Dan hal tersebut terkait aktivitas pembuangan limbah domestik, hingga berat dan berbahaya.

Aktivitas pembuangan limbah sering dilakukan, bahkan berskala mikro seperti rumah tangga. Aktivitas buang air, sanitasi (mandi dan mencuci) sering memproduksi limbah domestik, berupa kotoran manusia hingga sabun cuci.

Tanpa saluran yang tepat, aktivitas tersebut dapat mencemari sumber air. Dan hal tersebut biasanya diantisipasi dengan saluran pembuangan, yang umumnya dialirkan di dalam tanah. Proses ini dianggap efektif, dan merupakan proses filterisasi air secara alami.

Selain limbah domestik, juga dikenal limbah berat dan berbahaya, pemerintah dalam hal ini menerapkan dua jenis infrastruktur yang diharapkan dapat menanggulangi dampak berbahaya yang mungkin ditimbulkan. Misalnya terjadi pencemaran, penurunan kualitas lingkungan hidup dan wabah penyakit di sebuah daerah.

Dalam hal fasilitas fisik, beberapa metode pengolahan limbah sengaja dibangun untuk memastikan limbah yang dibuang tidak berdampak buruk pada lingkungan. Proses pengolahan ini dilakukan dalam proses monitoring yang ketat guna menghindari hal yang tak diinginkan.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, dalam hal ini pemerintah juga menerapkan peraturan bagi pihak yang melanggar. Seperti aktivitas pembuangan limbah berbahaya tanpa proses pengolahan yang tepat, aktivitas ini akan mendapat konsekuensi hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sektor Bangunan. Infrastruktur ini didirikan demi menjawab kebutuhan bangunan terkait kepentingan umum. Terutama berkaitan dengan bangunan publik demi menjalankan aktivitas layanan setiap hari.

Contoh infrastruktur bangunan antara lain, sekolah, rumah sakit, bandara, kantor layanan publik dan sebagainya. Fasilitas ini didirikan sesuai dengan fungsi masing-masing, dan menjawab setiap kebutuhan tertentu dalam masyarakat.

Terkait proses pembangunan jenis infrastruktur ini, biasanya pemerintah akan melakukan sebuah tender. Proses ini dilakukan untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan jasa kontraktor dalam proses pembangunan.

Tak hanya menjalankan proses, kontraktor yang terpilih juga akan melakukan proses budgeting secara efektif dan efisien. Karena terkait dengan kepentingan umum, biasanya proses monitoring bisa dilakukan bersama-sama oleh publik.

PT Agitechs Citra Indonesia mampu menangani proyek infrastruktur berbagai skala. Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami.

Scope Work

  • Design
  • Feasibility Study
  • Budget Calculation
  • Execution